No Khalwat Until Akad (#1)

Leave a comment

May 24, 2016 by Kanin's thought

Assalammualaykum, guys…

setuju ga sih dengan kata-kata terkenal ini? Say “No Khalwat Until Akad” yang artinya “Katakan TIDAK untuk khalwat (berduaan dengan bukan mahram) hingga akad (pernikahan)” sebenarnya kalau kita lebih memahami kenapa Allah memberikan aturan kepada Islam yang terlihat kuno dan kaku dijaman sekarang, tapi ini ternyata yang terbaik untuk kita. kita lebih terhindar dari aib-aib dunia dan tentunya dosa karena berduaan dengan yang bukan mukhrim, mendekati zina, apalagi pacaran jaman sekarang kebanyakan bukan mendekati lagi, tapi sudah zina. padahal, dengan tegas Allah berfirman

sering nih aku ngomong kalau aku ini ga ngikutin paham pacaran lagi, memang dulu aku termasuk aktivis pacaran. tapi, setelah aku tau dan selain karena dosa juga karena waktu yang terbuang sia-sia dan takut berbuat dosa lebih lagi, ga pacaran aja dosaku sudah banyak seperti buih di lautan, Astaghfirullah… lalu masa iya aku mau nambahin dosa lagi dengan aku pacaran dan membuang waktu ku sia-sia?
memang ada beberapa teman yang mendukung dan setuju dengan hal ini. tapi, tak sedikit juga yang menentang ini dan bertanya “emang kamu selama pacaran ini ngapain aja sih kok sampe takut banget dosa?” sedih banget deh aku denger ini, gimana bisa dia ga menyadari kalau saling menatap lebih dari 3 detik saja sudah tidak diperbolehkan, apalagi berduaan membicarakan hal yang tidak penting, melakukan hal-hal yang banyak mudharatnya daripada manfaatnya, smsan, chat an atau apalah lainnya yang tidak penting bahkan bisa mengundang syahwat. apa itu engga dosa? apa dia sampai lupa kalau itu sudah dosa? sedih banget sih rasanya, Astaghfirullah…
apa keuntungan no khalwat until akad?
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al-Isra : 32 )
lalu, ini batasan zina sesuai yang kita tau.
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara.Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925.)
Tentu, yang kita peroleh pertama. kita menjauhi dosa zina yang jelas sudah dilarang oleh Allah. sudah dilarang mendekat lho, mau alasan apalagi? kan kita tahu, sebagai seorang muslim kita harus menjauhi laranganNya dan menjalankan perintahNya. mencari keridhoan Allah, brsama-sama saling mengingatkan agar tidak terjerumus lebih lagi dalam dosa zina. kita bisa menghindari ini. memang, Allah Maha membolak-balikkan hati. dan ingat, Allah akan memberikan Hidayah kepada siapapun yang Ia hendaki.
kita masih bisa kok tanpa pacaran tapi tetap mendekat, lewat doa misalnya. kita curhat kepada Allah dengan tenang, damai. Allah menyukai apabila kita mengadu padaNya, usahakan bukan dengan yang lain. karena manusia juga bisa berkhianat dan tidak membantu apapun kalau Allah tidak berkehendak.
selain menghindari dosa ini, kita juga menghindari sakit hati, patah hati atau apapun yang kalian sebutkan. kenapa? pacaran itu hal yang tidak pasti, ah jelas semua yang ada di dunia ini tidak pasti. tapi berpacaran itu lebih riskan sakit hati daripada yang tidak berpacaran dan menjaga hati. lalu, ada nih kata -kata begini “ya kan jatuh cinta sama sakit hati itu sepaket, tar!” ya memang sepaket, segala apapun yang ada didunia ini sepaket, ingat ada dosa ada pahala, ada hidup ada mati, ada sehat ada sakit. tapi, untuk urusan ini. kalau kita bisa menghindari patah hati dengan menyerahkan hati sepenuhnya untuk Allah yang tidak akan membuat kita kecewa dan sakit hati karena mencintaiNya. aku pernah baca di salah satu buku favorite ada kata-kata yang aku suka “Dekati dulu Sang pemilik hati, jangankan jodoh. Surga aja dikasih!” lhah guys, kalau imbalannya surga masa masih ga mau sih menjauhi maksiat ini? “kan susah tar kalo udah suka mah” yah… memang, tidak mudah menuju Surga… jalanan didepan Surga memang banyak halangan, beda dengan jalan menuju neraka yang lancar banget. ati-ati lho bagi yang seneng sama jalanan lancar (becanda).
Aku sering banget deh ngingetin ini sama temen-temen, “ya kalo ada yang serius kenapa sama yang main-main?” aku anggap kata pacaran itu hanya gurauan belaka yang tak ada habisnya selain mengisi waktu senggang ^^
takut patah hati??? oh come on guys, aku lebih takut panasnya neraka daripada sekedar patah hati, takut ditinggal Allah (naudzubillah) cuma karena ini. bahkan, apa yang kita miliki di dunia ini juga akan kembali ke Allah, badan ini, umur ini, kenikmatan ini, orang tua kita, orang-orang yang kita cintai akan kembali kepada ALLAH. maka dari itu guys, jangan anggaplah aku sok suci, aku cuma menjaga hati untuk suamiku nanti. walaupun kelak kami harus saling meninggalkan dan ditinggalkan, tapi “cintai sewajarnya, jangan buat Allah cemburu.” suami jelas beda sama pacar, suami halal, kalau pacar? udah sakit hati IYA, ditinggal pergi IYA juga, eh DOSA juga IYA. yah benar emang kalau pacaran itu “iya-iya aja”.
nah tar, terus gimana cara kamu menghadapi hal semacam ini sampe bisa ga pacaran?
memang, semua butuh proses. tapi dulu mikir gini “proses? alah… kaya besok masih Allah kasih waktu aja deh, kalo bisa sekarang ya lakuin sekarang. mau berbuat baik aja nunda-nunda, giliran buat dosa langsung aja ga pake mikir.”
tadi di awal aku udah bilang, aku pernah jadi aktivis pacaran dan berkali-kali mendzalimi diri sendiri dan hati. aku ga mengenal pacaran sudah ada 5 tahun ini sejak 2011. dulu masih karena menjaga hati, takut patah hati sakit hati dan lain-lain. sampai akhirya ga tau dari kapan aku berpikir “ah yang serius pasti berani minta aku ke orang tuaku bareng keluarganya” dari situ, sedikit demi sedikit setelah membenarkan hati dan niat. aku menjauhi pacaran. Alhamdulillah sampai saat ini, hatiku dijaga Allah. no feeling before halal lah istilah nya.
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”  
HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).
jadi, buat menjaga hati itu semboyan aku saat ini. dan tau apa guys? setan emang dimana-mana ya… setelah aku berniat seperti itu, ada aja cowok yang dulu aku taksir atau ga aku tau sebelumnya mendekat dengan nama cinta dan sayang. eh tapi minta pacaran. Hell… no! aku baik-baik aja kok tanpa mereka ^^ dan dengan entengnya aku bilang “ya kalo serius ke orang tuaku lah” dan itu seperti mantra, seakan nyaring mereka untuk lebih mendekat atau menjauh selain berdoa dan ikhtiar ya tentunya.
sampai kemarin nih, mama marah-marah karena mama masih dukung aku pacaran 😦 dan berhenti bilang “kalau serius datengin ortuku lah” kata mama nanti kalo didatengin orang nekat yang ga bener malah bahaya. ya kali ma… aku bilang gitu juga ga semua cowok, aku filter dulu bibit bebet bobotnya kaya yang mama bilang, baru deh aku melancarkan aksi itu.
oke guys… sharing ini sampe sini dulu, kapan-kapan dilanjut.
bye Guys, semoga manfaat ya… semoga Allah selalu menjaga hati kita supaya tak tersakiti, karena patah hati itu sakit, kasian hatinya… yuk jaga hati. ^^ xoxo
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: