Catch your dream

2

June 1, 2016 by Kanin's thought

Aku nulis ini dalam keadaan hati yang mengenaskan, mood yang terjun banget, dan sambil dengerin lagunya Sam Smith Writing’s on the wall.

yah~ dan aku nulis disini.

I wanna talk about “Dream” Mimpi.

apa impian kalian?

sudahkah kalian mencapainya?

Kalau aku boleh jawab, impianku… (ini tiba-tiba kaya ada film muter di kepalaku)

Daridulu banget, dari aku pertama kali inget tentang ingatan. Aku udah menulis apapun yang aku rasain, waktu TK aku udah nulis laporan harian buat guru. SD, aku sudah mulai nulis harian di sebuah buku kecil berbentuk diary, aku menuliskan apa aja yang terjadi sehari-hari se engga pentingnya yang aku alami, aku tetap nulis dan menyapa diaryku bahkan sampe detik ini. ga tau udah berapa buku yang aku jadiin tempat curhat. SMP, aku mencoba menulis cerpen, dan memasukkannya di majalah sekolah, mulai bikin puisi, bikin cerbung. Bahkan waktu SMA, salah satu cerpenku masuk majalah nasional khusus buat cewek. And no one knew it. Aku seperti berjuang sendirian untuk menulis. Saat kuliah, aku ga pernah menyalurkan itu lagi. Aku cuma menulis diary setiap hari seperti yang lalu-lalu.

Aku selalu mengungkapkan apapun dalam bentuk tulisan, selain kepada Allah tentunya. Dari dulu impianku jadi penulis, haha. Bahkan, Imajinasiku sangat melambung tinggi. Tapi, yah~ itu selalu tertutup dengan apa yang aku lakukan sehari-hari.

lalu, saat kuliah di kedokteran. Aku perlahan menemukan passionku yang lain, impianku yang lain. aku jatuh cinta sekali dengan dapur dan perlatan serta isinya. Aku mulai masak, aku mulai menyukai wajah orang-orang yang memakan masakanku. puas. Dan, seperti hasrat menulis aku selalu ingin memasak dan menyukai respon mereka yang makan masakanku. sampailah, aku di suatu titik saat ini. menyukai apa yang aku lakukan, dan tanpa orang tua ku ketahui.

Seperti mempertahankan impian didalam impian itu sendiri. Apa tidak bisa meraih impian dan membuat orang tua bangga? apa harus jadi seperti yang mereka inginkan baru bisa membuat mereka bangga?

Aku selalu membayangkan membagi kebahagiaanku kepada orang tuaku, membagikan impianku kepada mereka. Bahkan, sebelum aku mengutarakan apapun mereka selalu mematahkan impianku. ya, memang orang tua mana yang tidak mau yang terbaik buat anaknya? aku mencoba dan terus memikirkan posisi kedua orang tuaku, karena aku tau rasanya impian yang tidak bisa terwujud, setidaknya aku mencoba meraih impian mereka. Mungkin ini titik jenuhku, aku perlahan membangkang dan mulai sangat mencintai impianku lagi. Bahkan, berkali-kali masuk surat kabar pun tidak membuat mereka bangga.

Apa disini aku yang salah? ah… ya~ aku hanya seorang anak, dan harus patuh terhadap orang tua kan?

Coba tanyakan kepada mereka yang tau, “kapan dia pernah tidak mematuhi keinginan orang tuanya?” bahkan kalau orang tuaku ingin aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai pun, aku akan mau. seperti sekarang? melakukan hal yang tidak pernah aku cintai. Dan, baik-baik saja.

Bersyukurlah kalian, yang mampu meraih impian kalian atau sedang dalam proses mencapainya. Doakan aku, agar bisa mencapainya bersama kalian. Setidaknya, aku punya mimpi kan? dan, aku mencintai mimpiku.

Advertisements

2 thoughts on “Catch your dream

  1. do you wanna share a load with me? šŸ™‚ semangat Anen!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: