God is the Light.

Leave a comment

June 7, 2016 by Kanin's thought

Asalammualaykum… guys, Baiknya sambil baca ini kita menenangkan diri dulu, ga perlu backsound apapun kok. cukup baca, dan ambil hikmahnya.

Bismillah,

Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nashir (Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami. Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan.)

image

Selalu saja, hati ini bergetar dan semoga akan tetap dan terus bergetar ketika Nama suci Allah terdengar, Betapa dahsyatnya bacaan lafadz di atas. Membuatku beberapa hari ini selalu terkesima akan apa yang terjadi dalam hidupku, entah ini karena doaku setiap selesai Sholat, dan pasti karena doa kedua orang tuaku. Dan, sesaat aku baru tersadar akan kebiasaanku sejak beberapa tahun yang lalu, ketika diam aku selalu melafalkan lafal di atas. Sebelum tidur, sampai menunggu tidur  Alhamdulillah selalu menyebut asma Allah (ini untuk berbagi guys, ga ada niatan pamer sedikitpun. Agar kalian mengambil hikmahnya).

Dari kecil, aku insomnia. Papa selalu nemenin tidur dan menyuruhku menyebut Asma Allah disela sela nafasku, sampai aku tertidur dan tidak sadar, kira-kira begini. Umur 6 tahun, aku ketakutan karena rumah sudah sepi, sudah malam semua tertidur, lantas aku ketakutan dan menangis sampai papa terbangun dan menenangkan. “Ga usah takut, ga usah nangis, di luar sana masih banyak yang belum tidur. Sekarang, anin bobo sambil menyebut Asma Allah ‘Hu Allah, Hu Allah’ (papa mempraktekan).” lalu aku mengikuti papa, sampai aku tertidur. Dan, ini benar-benar mungkin satu-satunya kebiasaan baik dan benar yang aku miliki. Lambat laun, perbendaharaan kataku bertambah, memuji Asma Allah dan selalu melafalkannya walaupun terdiam tapi hati ini berdzikir, sampai aku tak pernah sadar. Sampai beberapa tahun yang lalu, kira-kira dua tahun yang lalu. Aku mulai melafalkan kalimat yang sangat indah dan benar-benar menguatkanku . “Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir” Cukuplah Allah sebagai penolong dan pelindungku, Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. Kalimat dan doa luar biasa ini, entah dari kapan mempengaruhi hidupku.

Sering sekali aku dan keluargaku ditempatkan di waktu yang sukar, dan berulang kali Allah membantu kami. Saat itu, tempat kerja papa sempat tidak aktif beberapa waktu, otomatis biaya yang papa dapat sangat menurun drastis, bahkan papa sempat dilaporkan atas pemalsuan tanda tangan karena papa menjabat menjadi salah satu orang penting saat itu di lembaganya. Aku sebagai anak tertua dirumah, setelah kakakku sudah berkeluarga dan memiliki urusannya sendiri. Aku menjadi sedikit merasa tidak baik, melihat papaku yang tiba-tiba sakit karena banyak pikiran, mamaku yang sudah sakit bertambah sakit. Aku hanya mendengar keluh kesah mereka tanpa tau harus bercerita kemana, akhirnya aku melarikan semuanya kepada Allah sampai entah darimana sampai aku membaca arti dari kalimat diatas. Aku benar-benar membutuhkan pertolongan Allah saat itu, aku selalu mengucapkan itu tanpa sadar. Dan, Allah hu akbar. Beberapa hari kemudian, aku berani datang ke pimpinanan papa bersama kedua adikku, aku menjelaskan sebagian yang terjadi, entah keberanian itu datang darimana? Beliau menyetujui apa yang aku inginkan sebagai anak orang tuaku, aku memiliki hak untuk melindungi dan menjaga mereka.

Beberapa hari kemudian dengan masih mengamalkan doa tersebut setiap saat, datanglah surat dari pusat bahwa tempat papaku bekerja kembali aktif, walaupun papa sudah tidak lagi mengisi jabatan karena sudah habis masanya, tapi papa kembali di hadapkan dengan ujian untuk menjadi pimpinannya. Papa jelas menolak, karena papa ingin benar-benar mengabdikan waktunya untuk mengajar, lalu papa bercerita kalau mahasiswanya sisa sedikit, gaji yang diperoleh juga turun drastis. Sampai datanglah waktu, aku memulai usahaku dengan uang tabungan yang tidak seberapa. Tepat setelah papa bercerita, keesokan harinya aku dengan niat membantu papa dan keluargaku, aku membuka Ninnon’s western food. Dan, sekali lagi… Allah menolongku, mengangkatku dari dasar yang curam setidaknya menuju dataran tinggi untukku sanggup bernafas. Perlahan, kesehatan papa kembali, mama bisa seperti sedia kala. Keluargaku, walau tidak seperti dulu. Kami masih bahagia, dan Pertolongan Allah selalu hadir kepada siapa saja yang mayikiniNya.

Do’a ini, semoga selalu membawa kebaikan untukku untuk kita semua. Setidaknya selalu ingat, Allah selalu bersama kita, lebih dekat dari urat leher kita. Yang membuat jantung kita masih berdetak dan membuat kita menikmati semua ini.

Wasalammualaykum warahmatullah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: