Potrait of an INTP and a Choleric (1)

Leave a comment

June 16, 2016 by Kanin's thought

Beberapa hari ini aku lagi rajin iseng test kepribadian, sampai umur segini aku juga belum pintar memahami diri sendiri. Dan, entah berapa kali test hasil Tetap sama.

I am an INTP (The Thinker) and The Choleric (Dominan).

It’s Weird right? Gimana bisa dari tipe INTP dari seluruh tipe yang hanya 3% dan tipe Choleric yang hanya 10% dari keseluruhan tipe. Aku termasuk dalam 3 dan 10% itu.

Mengupas kepribadian INTP menurut apa yang aku tau tentang diri sendiri, dan sangat cocok dengan pengertian dari INTP (Introverted, Intuition, Thinking, Perception). Dari singkatan tersebut sudah sedikit ada penjelasan tentang The Thinkers ini.

HERE WE GO…

Aku lebih tertarik dengan ide-ide baru yang menguntungkanku daripada interaksi sosial, seperti ikut arisan, nongkrong bersama teman atau sekedar basa-basi keluar kamar saat ada tamu orang tuaku atau keluargaku. Tipe pemalu dan sulit beradaptasi, ngrasa awkward dilingkungan baru atau orang-orang baru.

Ngrasa ngeri gitu disaat jalan atau berdiri dan di lihat oleh orang asing atau orang lain yang berada disitu yang mungkin hanya kebetulan lewat atau melihat selayang pandang saja.

Aku tipe orang yang tidak bisa memimpin atau dipimpin, aku suka melakukan semua sendiri. Dan, aku merasa sudah sangat cocok dengan kerjaanku sekarang *Chef and entrepreneur*

Aku bisa jadi orang yang sangat fleksibel, antusias, dan berambisi apabila itu mengenai sesuatu yang ingin aku capai. Dan, selalu memaksakan kehendak sampai membuatku membenci orang lain apabila orang lain itu tidak sependapat denganku, dan akan sangat menyukai atau berusaha menyukai orang lain yang sependapat dan mendukung atas pemikiranku. Daridulu mikirnya, “Ah… hati ini kan milik Allah, terserah Allah mau digimanain hatiku, pasti ini yang terbaik. Sebentar aku membencinya, sebentar aku menyukainya.” Tapi, dulu pernah aku bahas tentang diri sendiri, aku tidak bisa menyukai lagi orang yang sudah menyakitiku. Bahkan, tidak lagi bisa berteman. Mungkin, terlalu skeptis, Kritis dan Analitis. Apa yang terjadi disekitarku, pada orang-orang terdekatku. dengan mudah aku bisa mengerti mereka, dengan mudah memprediksi mereka, apakah kebaikannya TULUS atau ADA MAUNYA. Eh tapi terkadang, aku menjadi sangat bodoh, karena sudah tau di manfaatkan orang lain tapi i still hanging on her or him sampai benar-benar mendapat penjelasan kenapa ia melakukannya. Aku cukup bersyukur bermanfaat bagi orang lain, setidaknya bermanfaat lah.

  • Menurut Keirsey Temperament Sorter, Rationals merupakan jenis pribadi abstrak dan obyektif. Mencari penguasaan dan pengendalian diri, mereka peduli dengan pengetahuan dan kompetensi mereka sendiri. Kekuatan terbesar mereka adalah strategi. Mereka unggul dalam setiap jenis penyelidikan logis seperti teknik, konseptualisasi, berteori, dan koordinasi. And well, ini benar sekali kan? “peduli dengan pengetahuan dan kompetensi mereka sendiri.” seperti saat ini, aku sibuk mengevaluasi diri sendiri agar lebih memahami dan mengasah keunggula diri sendiri.
  • I – Introversion: cenderung tenang dan pendiam. Mereka umumnya lebih suka berinteraksi intensif hanya dengan beberapa teman dekat daripada dengan memilih dengan banyak orang, dan mereka mengeluarkan energi dalam situasi sosial, dan memperoleh energi saat menyendiri.
  • N – Intuition: cenderung lebih abstrak. Mereka fokus pada gambaran besar daripada detail, dan kemungkinan masa depan daripada realitas yang ada.
  • T – Thinking: cenderung lebih menilai berdasarkan kriteria obyektif daripada kriteria pribadi. Ketika membuat keputusan, mereka umumnya memberikan bobot yang lebih pada logika daripada pertimbangan sosial.
  • P – Perception: Cenderung menahan pendapat dan menunda keputusan, lebih memilih untuk “menjaga pilihan mereka tetap terbuka” sehingga dapat berubah sesuai kondisi.

INTP adalah seorang yang rasional mengedepankan akal sehat dibandingkan perasaan. Menjadikannya seorang yang ahli dalam analisis teori namun kurang peka dalam menyikapi keadaan sosial. Bisa dilihat bagaimana selama ini aku menyikapi setiap masalah, aku mengedepankan logika dan otakku daripada perasaan dan hatiku. Mungkin, bisa dibilang pemikiran jangka pendek karena terlalu emosional jika itu berurusan dengan hati, makanya lebih ke pemahaman logika sampai terkadang kurang bersimpati terhadap sosial. Cukup realistis saja dengan apa yang terjadi dalam hidup ini.

Orang sepertiku ini, bisa seimbang bila Memiliki orang-orang pendukung untuk memperhatikan hal-hal detil tertentu. Seperti, akan merasa nyaman jika aku sedang tidak dalam kondisi “mood” atau perubahan apa yang terjadi denganku. Ini beberapa kondisi yang membuatku merasa nyaman :

  • Sepenuhnya menguji suatu situasi sebelum mengambil suatu keputusan
  • Berhenti dan mendengarkan sudut pandang orang-orang lain
  •  Berusaha memperhatikan nilai-nilai PERASAAN
  • Mengembangkan seni menghargai gagasan dan prestasi orang-orang lain
  • Belajar mengemukakan apa yang mereka sukai, bukan sekedar apa yang perlu dikoreksi. 
  • Memiliki lebih banyak waktu-waktu ekstrovert dibandingkan waktu-waktu introvert. Tapi, pasti sangat tidak nyaman deh bayanginnya aja. 

Kelebihan

  • Seorang INTP ahli dalam analisis dan pola pikir yang abstrak. Mampu melihat potensi dan pola kreativitas yang unik. Memiliki banyak ide yang ingin diwujudkan.
  • Jujur apa adanya dan terkadang suka bersikap langsung. Tidak menyukai pola kegiatan sosial yang terkesan berbelit-belit, hingga mereka terlihat dingin dan menurutku, terlihat sombong. Padahal, ini hanya karena “aku tidak tau harus berbuat apa? sampai akhirnya terlalu jujur kadang sampai menyakiti perasaan orang lain.
  • Mereka memiliki ide kreatif yang original. Mereka menyukai kegiatan yang membuat mereka berpikir akan hal baru.
  • Berpikiran terbuka juga merupakan salah satu kelebihan mereka. Sosok INTP tidak keberatan bila mendapat kritik dan saran bahkan dari orang yang kurang bersahabat, selama itu rasional dan dapat dibuktikan bukan berdasar perasaan.
  • Fokus dan sangat bersemangat dalam kegiatan yang mereka geluti, terutama yang mengasah kecerdasan dan kreativitas berpikir mereka.

Kelemahan

  • INTP agak pelupa. Mereka sangat fokus pada pekerjaan yang mereka geluti, hingga terkadang mereka lupa dan mengabaikan hal lain yang ada di sekitar mereka.
  • Sifat keragu-raguan mereka, bisa menghambat progress. INTP terkadang sering menduga-duga hal yang tidak terlalu penting, hingga mereka menjadi ragu untuk bertindak.
  • Sebagai sosok yang mengedepankan rasional, INTP kurang peka terhadap perasaannya sendiri juga orang lain.
  • INTP tipe tertutup. Mereka terkadang menutup diri dan menghilang dari kehidupan sosial. Membutuhkan lebih banyak waktu untuk sendiri dibandingkan bersama kerumunan orang. Bukan menghilang karena terlibat hutang ya! Tapi, karen its my comfort zone.
  • Meski cerdas dalam analisis mereka kesulitan untuk mengutarakan isi pikiran mereka pada orang lain.Ini, temen-temenku pasti sangat tau gimana ruwetnya pembicaraan dan pemikiranku. Kadang sampai bilang “ah… aku ga tau harus balas apa?”
  • Terkadang INTP melanggar peraturan yang hanya membatasi kretivitasnya. Hal tersebut dapat mengantarkan mereka dalam keadaan yang sulit. Mengedepankan kebebasan berkreativitas dibandingkan keamanan dirinya.

 

Hei….. Ini, tentang INTP. besok-besok kalau sempat aku akan mengupas tentang The Choleric. ^^ see ya guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: