I Just Wanna Call you, MINE. 

Leave a comment

July 17, 2016 by Kanin's thought

Assalammualaykum, guys.

Boleh ya galau-galauan untuk tulisan kali ini?

Intar ga tau deh harus mulai darimana? Karena, ini semua terlalu rumit bahkan untuk intar pahami sendiri. Pernah ditempatkan di tempat menyenangkan merasa disayang dan di utamakan. Lalu, karena sebuah kesalahan yang intar lakuin.

Segalanya berubah. Dan, bodohnya intar baru sadar saat semua berubah dan dia pergi. Semua tak lagi sama.
Sebelumnya intar ga pernah sadar dengan perasaan ini, terlalu senang saat dia mengutamakan intar di atas apapun. Dan, saat dia tidak melakukannya lagi. Perasaan itu datang, perasaan aneh yang terkadang menyesakkan. Tak ada lagi perhatiannya, tak ada lagi sayang dan waktunya.

Dulu, intar pikir perasaannya hanya sementara atau karena memang terlalu sering bersama sehingga intar pikir dia hanya menjadikan intar sebagai pilihan akhir. Tak pernah puas rasanya, apabila tidak ada wanita lain disisinya seakan hanya intar dan pilihan terakhirnya. Namun, lambat laun saat dia membicarakan tentang wanita lain, perasaan asing ini menggerogoti. Intar ga pernah mikir akan seperti ini. Dia berubah. Segalanya berubah. Hanya karena kebodohan intar yang tak menyadari perasaan ini lebih awal, begini yang intar takutkan. Patah hati, bahkan sebelum benar-benar berkembang, perasaan ini harus di gugurkan.
Mereka bilang ini bukan kesalahan intar, karena dia yang sayang akan benar-benar mengusahakan. Dan, ketika mendengar itu perasaan ini sesak, perut mual dan mata memanas ketika menyadari ia tak sesayang itu. Usaha yang dia lakukan dulu mungkin benar hanya untuk mengisi kekosongannya. Lantas, siapa sekarang yang akan menjawab perasaan ini. Kalau masih saja menginginkannya menjadi milikku.
Setidaknya, intar berdoa agar perasaan ini hilang bila itu bukan dengan jodoh intar. Berhenti membuang waktu, setidaknya intar pernah merasakan ini dan menyesakkan. Apa enaknya jatuh cinta? Kalau akan merasakan perasaan sakit seperti ini? Yang kita sebut patah hati.

Untukmu, yang mungkin sudah tau perasaanku. Maaf. Walaupun kamu bilang aku tetap ditempatku, ya aku tau posisiku. Aku baru menyadarinya. Maaf sekali lagi, semoga kita sama-sama bahagia. 



Bahkan air mata yang sangat mudah mengalir ini selalu ada untuknya, entah menangisinya atau kebodohan kami semata. Thanks, sudah pernah membuatku bahagia. Aku memang tidak bisa membicarakan ini langsung, tapi kamu jelas tau untuk siapa “kamu” di sini. 


Kamu selalu tau tempatku, tapi aku sudah kehilangan arah menuju kamu. Apa kamu masih sama seperti dulu? Mengutamakan aku? Membuatku tersenyum dan selalu ada untukku? Aku mulai ragu. Sangat ragu. 


Aku harap, saat kamu membaca ini kamu akan membicarakan ini denganku. 🙂 tapi aku tau, bahkan kamu terlalu malas mengetahui tentangku lagi. Bahkan, sering aku bilang “aku minder sama kamu, kamu terlalu baik. Aku bukan apa-apa.” Dan sekarang terbukti, aku bukan apa-apa buat kamu. Dan, masih selalu merasa takut kamu akan menyukai perempuan lain di luar sana. Dan, mungkin sekarang terbukti. Seharusnya, kamu tunggu aku, yakinkan aku, jangan buat aku sedih. 😦 


Tapi, aku tau posisiku. Dengan apa yang terjadi selama ini, mungkin kamu sudah pergi menjauh dariku.


Aku merindukanmu yang dulu, aku menanti kabar darimu. Aku tau kamu membenciku saat ini, maaf. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: