I Need To STOP (Part 2)

Leave a comment

July 25, 2016 by Kanin's thought

Masih lanjut tentang I need to stop, the truth is we need to stop. Yang anin kira, 5menit menangis selesai ternyata masih lanjut aja air mata keluar setelah menulis blog part 1. Semudah itu air mata mengalir tanpa perintah, saat merasakan perasaan yang telah dikecewakan dan tenggelam oleh kesedihan. 5 menit pertama yang aku kira aku akan baik-baik saja setelah kamus kotor dalam otak terucap memaki menyebutnya tanpa perasaan lain selain kecewa. Lalu, lanjut menit-menit berikutnya mulai menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, mulai mencerna apa yang terjadi dan kembali menyayangkan apa yang terjadi. Dimulai dari pukul 11 malam lebih entah berapa menit, berakhir sampai seingatku pukul 3 pagi entah lebih berapa menit aku menangis dengan berpikiran “You will be fine nin, after this you could be better and you will never hurt because of something like the broken heart thing.” Dan, setelah larut dalam kesedihan dan kekecewaan yang akhirnya mengantarku tidur dengan kepingan hati yang telah remuk redam.


Pagi dimulai dengan perasaan menggantung; karena ternyata chat yang anin kirim bahkan tidak dibacanya. Tidak masalah pada awalnya, lalu bergulir detik ke menit dan ke jam hingga saat dada merasa sesak, air mata sudah di ujung mengintip meminta keluar, seperti kupu-kupu dalam perutku telah mati. Kembali, anin nangis waktu cerita ke mbak yang memang selalu tau tentang anin. In every single things. Dia mendengarkan cerita dalam versiku selengkapnya, dan mulai memintaku meninggalkannya. Akankah sanggup? (:

“Hei, kamu… apa tidak apa-apa kalau aku pergi?”

Lalu, anin cerita ke sahabat yang sangat sangat menolong kehampaan yang sejak semalam menghiasi. Dia menyadarkan tentang apa yang anin dan ‘dia’ lakukan selama ini. Intinya, bisa jadi anin yang hanya melebih lebihkan sesuatu karena menganggap ‘dia’ baik karena suka. Lalu, kembali saat sahabat mengatakan mungkin anin yang terlalu berharap hingga menjadi mungkin ‘dia’ memang tipe seperti itu sampai terungkaplah “so, anin… you’re not his priority anymore. He has someone new. A girl in his life.” Seketika air mata keluar dengan derasnya, hanya dengan membayangkannya tidak menjadikan anin sebagai prioritasnya lagi. Sampai celetukan yang keluar dari mulut ini “I know, and i’m promise it’s not about him anymore since he push me away.” Lalu, air mata itu datang lagi. Sebenarnya apa yang membuat anin nangis?

Anin memang orang yang sangat cengeng dan sensitive tapi, susah untuk mengungkapkan apa yang ada di hati. Mengingat, perasaan terbuang kembali membuat dada sesak dan mata memanas, kembali mengingat semurah itu harga yang anin peroleh atas pertemanan atau perasaan lebih. If i love you, I won’t give up easily leaving in my last option. But, if you push me away i will walk away knowing I gave it my all. Thing can change. Oke, anin mengikuti saran sahabat.

Dan, mungkin setelah ini kita benar-benar selesai. Sangat menyesakkan karena tidak mengutarakan semuanya langsung, I do really wannabe with you. But, i should make us happy. Tanpa kamu tau, sepingin apa aku mau ngomongin tentang senengnya aku waktu nglihat kamu nungguin aku sambil tersenyum saat mata kita bertemu, lalu entah kapan aku mulai menyadari senyum itu ga ada. Kemana? 🙂

Aku pingin, kita benar-benar ngomongin masalah ini sampai selesai. Apa cuma aku saja yang memikirkan ini dan menganggapnya penting, sedangkan kamu mungkin hanya menganggap semua biasa saja. It’s your typical by the way. Dan, menganggap ini semua angin lalu yang ga ingin bahkan kamu ingat lagi keberadaan kisah ini. benar?

I’m sorry, if i hurt you. But, i did not mean. I’m just too worry about my feeling towards you, is that love or just adore you as my best friend. You’ve already fight for me, and i didn’t do anything. So, its my thing~ to keep out you of my heart. It’s kinda my thing, that broken hearted i call about. 

Now, you can be happy and start your own feeling towards her. 


Mungkin, saat ini kita tidak butuh membicarakan ini lagi. Tentang, perasaaan yang pernah ada, karena tidak penting lagi ketika prioritasmu bukan lah aku. Ketika, perasaanku bukan yang terpenting untuk kamu. And, yeah… i will say goodbye for our past feeling, my past feeling. Its not about you again, after you pushing me away. 


Okelah, mungkin hanya itu… dan saat ini, perlu kamu tau “I really hate that im still hoping.” 


Wish you had a good of luck, and the best wishes for you. 


When will i see you again? You, left with no goodbye, not a single word was said. And, look at me. Worrying so much about things i can’t change.  I wish i could read your mind to know what you really think of me.



Sincerely,


Your Stupid friend. ^^


(Broken hearts do the most writing.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: