Kenangan

Leave a comment

March 19, 2017 by Kanin's thought

Assalamualaykum guys,

Aku kembali akan menuangkan apa yang ada dalam pikiran dan hatiku beberapa hari terakhir ini, tentang seseorang dan kebersamaan yang aku sebut mereka kenangan. Kenapa kenangan? Karena mereka berhenti di masa lalu, ketika waktu terus beranjak maju. Menuliskannya dalam bentuk narasi seperti yang biasa aku tuliskan.

Aku pernah merasa sangat bahagia dan di inginkan, waktu itu. Lalu, aku merasa tidak di harapkan maupun tidak di inginkan. Kemudian, aku merasa kecewa dan putus asa. 

“Ah Tuhan sedang baik membuatku mengingatNya” pikirku, namun tak berapa lama ia datang dengan secercah harapan membawakan sinar yang telah redup, bukan menjadi pelita namun menjadi pembimbing di depanku yang seakan memberikan sinar untuk menerangi jalanku. 

Di sepanjang perjalanan, penuh kebahagiaan, canda dan tawa hingga aku menyadari adanya cinta dan harapan. 

Ketika aku melihat sebuah ujung yang sangat terang di depan sana, aku mulai khawatir tentang kebaradaannya yang membawa sinar untukku. Namun, aku tetap berjalan bersamanya hingga ia berhenti membuatku berhenti untuk beberapa saat. Ia berkata “jalanlah, bukankah di depan sudah sangat terang. Kau tidak akan membutuhkan cahayaku lagi” 

Aku menatap cahaya yang terang di ujung jalan sana, “tidak bisakah kau ikut bersamaku? Kita berjalan bersama menuju jalan yang terang?” 

Dia menggeleng lemah “jika aku disana, maka sinarku tidak akan nampak lagi. Aku tidak akan berguna lagi, aku hanya menerangimu sampai disini. Mengantarmu menuju cahaya terang di sana, pergilah” 

Aku mengangguk dan meninggalkannya yang tersenyum bersama cahaya yang ia bawa, “kenapa kau tidak mematikan cahaya itu dan pergi bersamaku. Kau tidak akan membutuhkannya, jika kau disana bersamaku” ucapku menunjuk jalan yang terang disana.

Dia menggeleng dan tersenyum ke arahku “Tempatku di sini, aku hanya menerangimu sampai disini, karena kau hanya membutuhkanku sampai disini”

Aku mengangguk dan merasa sedih, ia baik telah menemaniku, menerangiku dan mengisi kekosonganku sepanjang perjalanan. “Anin! Jangan lupa, namaku kenangan. Kau akan mengingatnya suatu hari nanti” teriaknya sambil melambaikan tangan ke arahku.

“Terimakasih atas semuanya kenangan! Kau telah mengantarku hingga kemari” ucapku dan menatap kembali cahaya yang terang.

Ah aku tidak lagi membutuhkan kenangan jika di jalan ini aku memiliki cahaya yang membuatku terus berjalan untuk mencapai tujuanku.

Aku menemui seseorang dengan cahaya di ia yang membawa cahaya, aku menatapnya aneh “kenapa kau membawa kenanganmu di tempat ini? Bukankah ini sudah terang, cahaya kenanganmu tidak akan berguna disini?” Tanyaku.

Dia menjawab “karena aki memutuskan untuk tetap bersamanya” lalu aku meninggalkannya.

“Dimana kenanganmu?” Seseorang bertanya padaku

“Ah dia sudah bahagia di tempatnya, sinarnya bisa menarangi kegelapan di belakang sana” ucapku

“Beruntung sekali kau meninggalkannya, karena jika tidak ia akan mengganggu perjalananmu mencapai tempat yang paling terang jauh disana” ucap seseorang ini menunjuk ujung jalan yang seperti sebuah titik putih di depan sana. 

“Ya, aku rasa aku memilih jalan yang benar.”
Wassalamualaykum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: