Cuap-cuap siang dengan sesuap makan siang

Leave a comment

March 22, 2017 by Kanin's thought

Assalamualaykum,

Beberapa hari ini, aku memang di sibukkan dengan menjadi penulis aktif di akun wattpad. Lalu, ada yang bertanya 

“Bagaimana bisa kamu menulis cerita yang sesedih ini?”

“Pengalaman pribadi ya kak, kok bisa kena banget ke pembaca? Feel nya dapet banget”

“Author nya pinter bikin baper pembaca”

“Kerasa banget aku juga ikut ngalamin”
Dan, banyak lagi. 

Oh come on, kita ga perlu mengalami sesuatu hanya untuk belajar kan? Kita bisa mengambil hikmah dari ujian dan cerita orang lain untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan mengambil hikmah dari kejadian yang tidak secara langsung kita alami.

Begitulah aku membuat cerita, berandai-andai jika itu aku alami. Menempatkan diri sebagai tokoh disana, dan hal apa yang patut dan tidak patut aku tuliskan. 

Dari berbagai cerita sedih dan penuh luka sudah pernah aku dengar, dan tidak harus aku yang mengalami untuk belajar dari setiap masalah yang ada. 

Tuhan, sudah berbaik hati membuatku tau dengan membuka pikiranku untuk berpikir sebagaimana mestinya agar tidak melakukan kesalahan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. 

Kemudian, sikap acuhku yang membuatku penuh sesal hingga saat ini. Ketika seorang teman menceritakan kisahnya, namun aku hanya menganggapnya angin lalu yang membuatku sampai saat ini masih saja menyesalinya. Lalu, aku mulai mempercayai ucapan dan cerita seorang teman yang seharusnya tidak aku percayai sama sekali, yang membuatku kini hanya sebatas angin lalu di hadapan seseorang. 

Aku berkata pada diriku sendiri “seharusnya, kamu tidak mempercayai apa yang kamu dengar sebelum kamu melihatnya, dan tidak mempercayai apa yang kamu lihat sebelum kamu mendengarnya” jadi, dari sanalah aku menyaring setiap apapun yang masuk ke dalam telingaku yang kemudian di saring untuk aku masukkan ke otak dan hatiku. 

Bukannya aku tidak percaya, aku hanya tidak ingin di kecewakan. Bukan juga aku tidak ingin di kecewakan, aku juga tidak ingin terluka jika apa yang aku dengar berbeda dengan apa yang aku lihat, bahwa apa yang ku lihat berbeda dengan apa yang ku rasa.

Belajar untuk menjadi pendengar yang baik, dan belajar menjadi penulis yang baik. Sedang berusaha, menuliskan apa yang aku rasakan karena aku tidak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa dan aku inginkan.

Wassalamualaykum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Instagram

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: